Breaking News
Loading...
Kamis, 04 Juli 2013

BIOS



APA  ITU BIOS?
BIOS, singkatan dari Basic Input Output System, dalam sistem komputer IBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesor Intel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:  
  1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)  
  2. Memuat dan menjalankan sistem operasi
  3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer) 
  4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services
BIOS menyediakan antarmuka komunikasi tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.
Istilah BIOS pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M, yang merupakan bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai yang berhadapan secara langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut “IBMBIO.COM” (IBM PC-DOS) atau “IO.SYS” (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.
Kata BIOS juga dapat diartikan sebagai “kehidupan” dalam tulisan Yunani (Βίος).
Penjelasan mengenai BIOS silakan baca di: http://id.wikipedia.org/wiki/BIOS
Fungsi Dasar pada BIOS
Dalam contoh tulisan ini saya masih menggunakan BIOS jenis Phoenix - AwardBIOS, sebenarnya jika kita membeli Motherboard baru  sudah disertakan juga buku manual Motherboard dan kita dapat mempelajari dari buku tersebut, namun kadang pada buku tersebut kurang begitu detail dan sulit dipahami, bahkan belakangan ini saya sering mendapatkan buku manual yang disertakan isinya sangat sederhana sekali terutama pada Motherboard kelas murahan.
Standard CMOS Feature
Untuk mengatur Jam dan Tanggal, menampilkan informasi RAM yang terpasang pada Motherboard


Tampilan Utama BIOS Phoenix
Advanced BIOS Feature
Untuk melihat Device yang terpasang, mengatur urutan booting, dan lain-lain
Integrated Peripheral
Untuk melihat jenis chipset yang terpasang Onboard pada motherboard dan melakukan pengaturan (Audio, Video, USB, LAN)
Power Management
Digunakan untuk mengatur dan menghemat listrik dengan memperlambat komponen Komputer Anda, atau bisa juga gigunakan untuk mematikan komputer pada saat tertentu (bisa diatur beberapa jam komputer mati dengan sendiri)
PnP/PCI Configuration
Digunakan untuk melakukan pengaturan khusus slot PCI pada Motherboard, juga digunakan untuk mengatur supaya perangkat yang terpasang pada slot ini bisa dikenali dan dijalankan secara otomatis
PC Health Status
digunakan untuk mengatur agar komputer berbunyi atau mati sendiri jika suhu kelewat panas dari semestinya
Load Fail-Safe Defaults
Untuk mengembalikan ke pengaturan sebelumnya jika waktu melakukan perubahan dirasa tidak benar.
Load Optimised Defaults
Untuk mengembalikan pengaturan BIOS ke pengaturan awal
Set Password
Untuk memberi sandi agar orang lain tidak dapat masuk ke BIOS, biasanya tersedia dua tingkatan yaitu “user dan supervisor”
Save and Exit BIOS
Untuk keluar dari BIOS dengan menyimpan perubahan yang telah dilakukan
Exit Without Saving
Untuk keluar dari BIOS tanpa menyimpan perubahan yang telah dilakukan, Jika ragu-ragu pada perubahan terakhir yang telah dilkukan gunakan opsi ini.
Sampai disini dulu tulisan saya mengenai Fungsi dasar BIOS, sampai jumpa pada tulisan berikutnya yang mengupas lebih dalam dari submenu pada BIOS

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Toggle Footer